@Srimulatism, Konsisten di Akun Humor “Metropolos”

srimulatismds

(PoliTwika) Mamiek: Saya ini pembantu bagian ironis | Tarsan: Kok ironis? | Ya, pak. Ironis. Tukang nyetrika.

Rina: Saya kan pake baju jelek, malu ah ketemu pak lurah | Sofiah: Pake baju jelek kok malu? Saya pake muka jelek saja nggak malu, kok!

Itulah petikan humor ala Srimulat yang dikicaukan akun @Srimulatism. Siapa tak kenal Srimulat? Kelompok lawak yang didirikan Teguh Slamet Rahardjo tahun 1950 ini sudah menjadi legenda di Indonesia. Selain bercokol lama di dunia komedi, Srimulat juga punya humor yang khas, yang menjadi semacam panutan banyak komedian lain.

Sayang, Srimulat sekarag sudah tak se-hipster di masa kejayaannya dulu.  Kelamaan remaja masa kini pun kian tak kenal apa itu Srimulat. Tenang, kini ada @Srimulatism, akun Twitter yang setia menghadirkan joke-joke khas Srimulat di linimassa. Uniknya, @Srimulatism tidak dibuat dan dikelola oleh anggota Srimulat, melainkan seorang penggemarnya, Thrio Haryanto.

Apa yang bikin pria berkacamata ini sudi menjadi admin “gratisan” buat akun @Srimulatism yang kini ber-follower sekitar 430.000 user ini?

“Ada dua hal yang menginspirasi, pertama adalah adanya akun-akun humor di Twitter kala itu yang menarik, tetapi semuanya beraroma urban bahkan metropolis. Dari itulah saya terinspirasi membuat akun humor juga tetapi yang tidak beraroma metropolis, melainkan metropolos. Inspirasi terbesarnya tentu adalah Srimulat itu sendiri, yang saat akun @srimulatism digagas kelompok lawak ini sedang nir-panggung. Sebagai penggemarnya, saya kangen. Maka dari itulah saya membuat akun humor bergenre srimulatan atau srimulatism,” ungkap Thrio yang mulai membuat akun @Srimulatism pada April 2011.

Twit-twit @Srimulatism sebagian besar direproduksi dari lawakan-lawakan Srimulat. Sebagian lagi hasil kreativitas Thrio sendiri, yang disrimulatisasi alias disesuaikan dengan gaya dan karakter tokoh Srimulat. “Konten yang dari lawakan Srimulat, saya dapatkan dari rekaman di otak saya, maupun rekaman berbentuk vinil dan/atau video Srimulat yang saya miliki,” ujar pria yang menggeluti dunia periklanan ini.

Humor @Srimulatisme sering ditingkahi istilah bahasa Jawa, tapi penginthil (pengikut dalam bahasa Jawa-red) terdiri dari berbagai etnis. Sebagai mimin alias admin @Srimulatism, Thrio kerap menerima pertanyaan arti dari celetukan-celetukan bahasa Jawa yang dipakainya di twit.

Thrio yang kini bergabung dengan CtrlShift Indonesia ini memaparkan, ada tiga jenis utama twit @Srimulatisme. Pertama, Srimulatan pendek (sekali twit, usai), lalu Srimulatan Pentas (twit berseri/panjang dan bercerita), dan Srimulatologi (segala susuwatu/pengetahuan tentang Srimulat).

Keberadaan akun @Srimulatisme juga diketahui para personil Srimulat seperti Tarsan, Gogon, Eko DJ, Nunung, Tessy, Bambang Gentolet, Tohir, almarhum Mamiek, almarhum Djudjuk, Kadir, termasuk Mas Koko pemimpin Srimulat saat ini. Tapi hanya Eko DJ dan Nunung yang punya akun Twitter. Sebagian besar tidak punya, bahkan tak tahu apa itu Twitter.

Gogon sempat bertanya, “Tuwiter kuwi opo, to?”, dijawablah oleh almarhum Mamiek, “Fesbuk gambar manuk.”

Dengan jumlah follower yang fantastis, 430.000-an, @Srimulatism dapat dikatakan sukses berat mempopulerkan humor-humor Srimulat. Di zaman di mana jumlah follower jadi ajang bisnis, ternyata Thrio sama sekali tak berminat menjadi buzzer produk atau jasa apapun. Dia lebih menikmati berkicau sesuka hati sesuai dengan kesrimulatannya.

“Memang pernah sih, waktu masa kampanye, ada dua utusan parpol yang minta kami ngebuzz, tapi dengan berat hati kami menolaknya karena bagaimana pun saya harus menjaga netralitas Srimulat,” ujar pria bersahaja ini.

Menurut Thrio, ada dua tipe media sosial, yaitu media sosial personal (FB dan Twitter,) dan media sosial professional (LinkedIn). Pada platform media sosial yang pertama, user cenderung spending time.

Humor, dalam banyak kasus, menjadi jalan pelarian dari rutinitas hidup dan aliran informasi serius. So, menurut saya sih oke-oke saya dan berguna ketika kita menyebar humor di social media tipe pertama,” ujarnya menyudahi obrolan. ***

Related Posts