@SuryadeLalu: “Kecepatan informasi Twitter melebihi media mainstream”

Suryadelalu(PoliTwika.Com) Politisi di media sosial, bukan hal baru memang, terlebih lagi di Twitter. Kehadiran mereka membuat kicauan kian memanas, apalagi jika ada yang cukup kontroversial. Lalu Suryade, dengan akun Twitter @suryadelalu, satu dari sejumlah politisi yang rajin berkicau di Twitter. Memang kicauan eks anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama dua periode ini terkesan “adem”, dibanding politisi lain.

Punya akun Twitter sejak April 2010, @suryadelalu baru aktif setahun setelahnya. Tidak lolos sebagai caleg pada 2014 lalu, kini @suryadelalu mengambil program S3 studi Ekonomi Sumberdaya Kelautan di IPB, sambil berbisnis. “Twitter salah satu sumber informasi bagi saya, karena tak lagi suka dengan berita TV kecuali sesekali, atau koran cetak. Twitter lebih menarik, karena bisa memilih akun yang dicermati dan bisa berinteraksi,” @suryadelalu mengemukakan alasannya aktif di Twitter.

Menurutnya, banyak juga berita hoax di Twitter, tapi akhirnya pengguna Twitter bisa memilah informasi yang dapat dipercaya. Sebab Twitter begitu interaktif, di mana ketika ada berita palsu, akan ada klarifikasi dari pihak lain.

Waktu jadi wakil rakyat, @suryadelalu sering sengaja ngetwit dan update status Facebook untuk share info kegiatan ke konstituen dan menyampaikan pesan, dan mendapatkan feedback. Wah, layak ditiru oleh wakil rakyat lain, nih. Walaupun menyandang gelar Haji, linimassa @suryadelalu tidak terkesan menggurui, justru terkesan gaul dan ramah. Pria asal Lombok ini pun bergaul dengan berbagai kalangan di Twitter, dan tweetnya pun bervariatf.

Oh ya, tadi sudah disebut bahwa @suryadelalu ini politisi PKS. Layak diakui, akun-akun media sosial PKS tergolong rapi dan terkoordinasi dengan baik. Sebut saja akun official @PKSejahtera, yang diikuti dengan akun “cabang” seperti @PKS_Depok, @FPKSJakarta, @FPKSDPRRI, yang rajin update. Sejumlah petinggi PKS pun terkenal cukup interaktif di Twitter, sebut saja @fahrihamzah, @anismatta, @tifsembiring. Siapa tak kenal mereka?

“Akun-akun official PKS tentunya dipegang admin yang bisa berganti-ganti. Koordinasi di antara mereka tentu bagus, tetapi saya juga kritik pengelolaannya karena kalah gesit dengan akun-akun pribadi kader, yg diasosiasikan seolah itu sebagai suara resmi kader atau PKS.

Belakangan ada pengarahan untuk menjadikan akun official sebagai sumber utama info tentang PKS. Semoga saja mereka tambah bagus, lebih gesit dan kreatif,” komentar @suryadelalu yang juga dikenal dengan julukan “Kang Halal” ini.

Selain akun-akun resmi partai, banyak juga akun personal yang sering mengatasnamakan partai dalam kicauan yang bernada politis. Menurut @suryadelalu, kecepatan akun-akun personal dalam menyampaikan informasi itu bagus. Tapi kadang ada info dari data sekunder yang tak dikroscek lebih dahulu.

“Dalam hal tertentu, akun-akun tersebut mengganggu karena kadangkala opini pribadi dibuat sedemikian rupa. Mereka klaim itu pendapat pribadi, tetapi terlanjur diasosiasikan sebagai suara kader. Tentu secara politik berdampak tak baik,” ungkap @suryadelalu.

Beberapa waktu lalu sempat terjadi twitwar antara akun @FahriHamzah dan @TifSembiring, tentang posisi Wakil Ketua DPR. @suryadelalu menganggap hal itu wajar saja.

Menurut @suryadelalu, era keterbukaan tak hanya menerima kesan-kesan bagus saja tentang suatu kelompok. Mereka jadi tahu bahwa perbedaan tajam pun bisa terjadi di kalangan partai yang mengklaim berasaskan nilai-nilai Islam. Tapi bagi PKS yg dikenal memiliki budaya politik yang rapi dan militan, akan terkesan tak baik. Pada waktu sebelumnya, pergantian jabatan begitu mudah terjadi, karena bagi kader PKS bahwa jabatan itu amanah yang dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

“Saya sendiri tak tahu apakah saya telah baik dalam bermedsos. Saya merasa masih mesti belajar. Saya ngetwit tak seluruhnya soal politik. Ada tentang bola malah yang rasanya lebih sering,” ungkap @suryadelalu.

Saat ngetwit politik, info yang mau disampaikan dicerna dulu, dan tak semua yang dia anggap benar harus disampaikan. Kadang dipikirkan pula implikasinya. Apalagi follower @suryadelalu sangat beragam, bahkan adalah pihak-pihak yang saling bertentangan.

Yang disuka @suryadelalu dari Twitter adalah mudahnya mendapat teman baru, dan saling memberi informasi aktual. Bahkan kadang kecepatan informasi di Twitter melebihi media mainstream. Dukanya? “Saat kita menyampaikan hal-hal baik, justru dituduh yang tak benar. Mereka hanya baca satu twit yang sebetulnya bertanya, dan tak mencerna twit berikutnya yang menjelaskan,” imbuh ayah 3 anak ini.

Sebagai politisi @suryadelalu sudah pasti pernah diserang terkait dengan statement politiknya medsos. Dan menurutnya, itu wajar saja. Wah bijak banget ya politisi PKS ini. Andai semua politisi bisa adem kayak dia di medsos, pasti jarang ada twitwar.

Related Posts