Tahun Baru, Saatnya Ubah Pengaturan Privasi Baru!

Tahun sudah berganti, begitu juga akun media sosialmu, harus lebih diprivasi.

Mengumbar semua informasi kehidupan nyata kita di media sosial? Sepertinya sudah tidak zaman lagi kawan. Dulu, waktu Facebook baru¬†booming banget, warganet berlomba-lomba memamerkan isi biodatanya agar terlihat ciamik. Segalanya dicantumin, sampe nomor ponsel pun ūü§¶‚Äć‚ôāÔłŹ.

Selain bisa melihat biodata kamu, semua orang juga bisa melihat list teman Facebook dan laman-laman yang kita sukai dulu. Nah, demi melindungi list teman-teman dari orang asing yang berniat jahat, atau dari teman lama yang mencari mantannya saat zaman sekolah dulu, kita bisa saja mengunci fitur ini agar tidak terlihat oleh kedua macam orang tersebut.

Jika kamu pengguna peramban web, dapat langsung cuss¬†lewat tautan ini Setting Privacy untuk mengubah Who can see your friends list¬†dari¬†Public¬†ke¬†Friends¬†‚ÄĒ atau, ada yang lebih baik¬†Only me. Lakukan hal yang sama pada laman yang sama pula untuk Do you want search engines outside of Facebook to link to your profile? Dengan No.

Lalu dilanjutkan dengan mengubah pengaturan¬†Timeline and Tagging pada tautan ini Timeline,¬†pilih¬†On/Enable untuk Review posts you‚Äôre tagged in before the post appears on your timeline. Mengapa? ya biar kalau ada keluarga atau teman tiba-tiba men-tag foto kamu yang lagi engga banget, bisa kamu moderasi dulu sebelum masuk ke linimasa ūüėé.

Soal tagging ini masih belum selesai, by default Facebook akan memberikan rekomendasi tag jika ada keluarga atau temanmu yang memosting foto dan ada kamu di dalamnya. Facebook memiliki Face Recognition untuk menjadikan wajah kamu digital face IDs. Untuk membiarkan hal itu tidak terjadi lagi, ikuti link ini FaceRec dan pilih NO untuk Do you want Facebook to be able to recognize you in photos and videos?.

Sudah dulu dengan Facebook, mari terbang bersama Twitter.

Di Twitter, dengan fitur yang engga banyak-banyak amat. Kamu hanya perlu klik tautan ini Safety, lalu piih pengaturan privasi sesuai selera kamu sendiri. Misalnya, photo tagging, tetapi tag foto di Twitter juga tidak masuk ke linimasa kamu juga sih, jadi ya Allow saja. Mungkin, fitur discoverability bisa kamu uncheck. Agar saat ada orang tuamu mulai bermain Twitter, kamu tidak ditemukan oleh mereka.

Jika belum cukup, bisa juga dengan mengubah pengaturan di Personalization and Data yang Twitter track. Klik tautan ini Personalization. Dengan men-disable beberapa pengaturan pada fitur ini, Twitter tidak dapat lagi mendapatkan preferensi dari aktivitasmu untuk iklan yang akan ditayangkan di linimasa,

Setelah terbang bersama Twitter, akhirnya kita sampai pada perhentian selanjutnya: Google.

Google tuh ibarat Tuhan-nya internet. Setiap aktivitas, baik saat mencari padanan kata asing yang sedang trending, setiap website yang dikunjungi, atau setiap aplikasi yang dibuka pada ponsel cerdas, Google tahu (kalau pakai Android ya).

Bedanya, Google masih memberi opsi agar aktivitas kamu tidak selalu direkam oleh mereka. Misalnya, kunjungi tautan ini Activity Controls lalu turnOff Web and App Activity. Belum selesai sampai di sini, scroll ke bawah lalu turn off YouTube Search History and YouTube Watch History. Jika perlu, turnOff Location History agar Google tidak lagi menyimpan catatan lokasimu.

Namun, saat kita menonaktifkan semua fitur tersebut, jangan tanya lagi jika penggunaan fitur Google menjadi tidak seperti yang dahulu, Ia seperti tidak peduli lagi gitu. Contohnya, dulu kalau kamu nanya sesuatu, dia akan ngasih rekomendasi terlebih dahulu. Tapi sekarang, dia cuma jawab apa yang kamu tanya aja. :'(

Karena Google sudah bukan dirinya yang kita kenal dahulu, mari menyegarkan diri dengan Apple.

Apple sangat konsen dengan privasi. Meskipun demikian, ada satu fitur yang bisa kamu nyalakan: Limit Ad Tracking. Cara mengaksesnya dengan pergi ke Setting > Privasi > Advertising. Dengan menyalakan fitur tadi, iPhone tidak bisa lagi membagikan ID anonim untuk pengiklan yang akan menargetkan dirimu. Kekurangannya, kamu tidak akan lagi mendapatkan iklan yang relevan. Misalnya saat sedang butuh buku untuk dibaca, iklan yang muncul malah iklan pensil. Selain itu, kamu akan diperlihatkan iklan yang berulang.

Sekian tips mengatur ulang privasimu di beberapa media sosial, artikel ini banyak mengambil materi dari sumber ini, yang sedikit diterjemahkan. Jika mau berdiskusi dan tanya jawab, silahkan follow penulis yang aktif di Twitter: @etden.

Semoga tahun ini menyenangkan!.

Related Posts