Tips Jauhkan Anak dari Konten Negatif

Sedang ramai diperbincangkan soal konten GIF yang seronok di aplikasi Whatsapp. Bagaimana kita menjauhkan anak dari konten-konten negatif seperti GIF di WhatsApp?

Perlu diketahui bahwa aplikasi messenger sejatinya bukan diperuntukkan bagi anak-anak. Di sini peran penting orang tua dibutuhkan untuk selalu mendampingi anak kita saat bermain gawai. Karena gawai bukanlah babysitter.

Bila anak sudah terlanjur kecanduan gawai, akan sulit untuk menjauhkan anak dari gawai itu sendiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengawasi supaya anak-anak yang kita sayangi tidak terpapar oleh konten-konten negatif yang tersebar bebas di internet.

Banyak cara untuk menjauhkan anak dari bahaya konten negatif di dunia maya. Di internet banyak tersedia aplikasi Parental Control yang bisa membantu para orang tua mengawasi anak terhadap penggunaan gawai.

Di Android juga tersedia pengaturan untuk pengguna anak, jadi ada fitur pengguna anak yang dapat membatasi akses aplikasi untuk anak-anak. Para orang tua bisa ikuti langkah pengaturannya di sini.

Google-pun juga telah menciptakan Youtube khusus untuk anak, sayangnya aplikasi tersebut belum tersedia di Play Store Indonesia. Tapi tenang, kalian bisa mengunduhnya di sini dengan menggunakan VPN.

Untuk mesin pencari kamu bisa menggunakan Kiddle.co. Mesin pencari ini diciptakan oleh Google. Mesin pencarian visual yang ramah untuk anak-anak ini dapat digunakan untuk pencarian web, gambar dan video.

 

Untuk Wi-Fi ada perangkat bernama Circle yang berfungsi untuk menyaring semua lalu lintas internet. Circle juga dapat memantau semua aktifitas daring, memblok situs-situs dewasa, serta membatasi waktu akses internet untuk anak.

Jadi sebenarnya para pengembang telah menyediakan aplikasi, fitur, dan sistem yang ramah terhadap anak-anak. Namun pengawasan orang tua tetap utama. Apa kita tega membiarkan anak tersayang kita bebas mengakses internet? Tidak kan?
Jadilah orang tua yang cerdas, jangan sampai kalah pintar dengan anak kita dalam menggunakan gawai.

Tetaplah menjadi orang tua yang bijak bagi anak-anak Anda!