Tweet dari Gadget Mobile Lebih Egosentris, Kenapa?

ilustrasi

(PoliTwika.Com) Mana yang lebih sering kamu lakukan, ngetweet melalui gadget mobile atau laptop/desktop? Sebuah riset menyatakan, orang yang ngetweet dengan gadget mobile lebih egosentris dari yang ngetweet melalui laptop/desktop. Riset yang dipimpin oleh Dhiraj Murthy ini dipublikasikan di Journal of Communication, demikian seperti yang dikutip SocialMediaToday.Com.

Mereka menganalisa 235 juta tweet dari Amerika Utara selama 6 minggu di tahun 2013. Dari analisa itu terbukti bahwa tweet yang dilakukan dengan gadget mobile mengandung lebih banyak bahasa negatif sebanyak 25%.

“Mereka komentar soal roti yang tak enak, sampai macet yang parah,” ujar Dhiraj Murthy, yang sudah mengamati Twitter sejak media sosial ini lahir. Para pengguna gadget mobile cenderung spontan dalam ngetweet. Mereka juga terkesan egosentris, terpusat pada diri sendiri.

Riset ini dilakukan dengan bantuan Implocit Association Tes, sebuah tool psikologi sosial yang memantau makna di balik paduan kata. Pada skala egosentris, tweet disortir berdasar pencarian perhatian atau pencarian jati diri. Misalnya, tweet yang fokus pada pencapaian diri. Termasuk di dalamnya penggunaan kata “me, mine, my”, yang menandakan sinyal individualitas. Ditemukan bahwa tweet yang dilakukan di gadget mobile 3% lebih egosentris daripada tweet yang dikirim melalui laptop/desktop.

Mood para pengguna Twitter juga terpantau dari waktu mereka ngetweet. Kicauan bernada negatif paling banyak dijumpai di dini hari atau larut malam. Bisa jadi di jam-jam itu banyak orang belu tidur atau sudah kelelahan yang tetap ngetweet. Kicauan yang egosentris banyak terjadi sepanjang jam kerja dan jam sekolah/kuliah. Kemungkinan, orang yang mood-nya tertekan karena kesibukan akan cenderung bersikap egois, memikirkan diri sendiri. Sedangkan pada akhir pekan, kicauan narsis berkurang banyak, terutama Minggu pagi. Bisa jadi para user Twitter merasa santai di hari Minggu, jadi moodnya membaik.

Studi ini menawarkan pemahaman emosi di balik postingan kita di ruang publik. Semua akan ditentukan oleh jenis gadget dan waktu kita berkicau di media sosial. Itulah kenapa orang tidak selalu konsisten berkicau mengenai hal yang sama terus menerus, sebab semua tergantung emosi. Nah, kalau ngetweet dari gadget mobile sepertinya kita harus lebih hati-hati ya. Sebab lebih mudah terpicu oleh emosi.

Related Posts