Twitter Di Ambang Kematian?

 

dgiambang

Akhir Juli lalu Twitter mengumumkan perihal kemunduran perkembangan dan potensi kematiannya. Well, gak bisa dibayangin kalau kita nantinya gak bisa lagi menikmati medsos yang selama ini akrab dengan keseharian kita semua. Bayangin nanti gak ada lagi yang kultwit, twitwar, twit galau dan lucu, juga buzzer produk dan jasa. Dunia pasti sepi tanpa Twitter. Kira-kira Twitter ini kenapa sih? Dan masih bisa gak ya Twitter diselamatkan? Mari kita bahas.

Kira-kira ada 10 alasan mengapa Twitter kini dalam kondisi krisis:

  1. Tidak ada pengaruh dari produk-produk baru

Inovasi seperti Periscope, Instant Timelines dan Logged In dari multi akun ternyata belum memberikan pengaruh yang berarti bagi perkembangan pengguna Twitter.

  1. Perkembangan yang lamban

Perkembangan Twitter secara ‘alamiah’ memang sangat lamban, hingga saat ini Twitter masih berusaha untuk mencapai pasar besar-besaran namun masih belum terlihat hasilnya.

  1. Penurunan angka pengguna aktif

Rasio pengguna aktif Twitter adalah 44% yang artinya menurun sekitar 400 bps dari tiga kuarter pertama tahun 2014.

  1. Tidak berpenghuni

Banyak di antara pengguna aktif Twitter yang akhirnya berpindah ke platform medsos lainnya. Kini mereka menganggap Twitter terlampau sepi dan menakutkan.

  1. Pesan yang buruk

Banyak orang yang tidak paham mengapa mereka harus tetap menggunakan Twitter.

  1. Gagal mendompleng pasar yang lebih besar

Mungkin Twitter dapat meraih para early-adopter tapi gagal mendompleng kelompok pengguna yang lebih besar lagi.

  1. Space iklan yang terbatas

Perkembangan iklannya sangat lamban dan terjadi pergeseran jenis iklan dengan penawaran yang juga terbatas.

  1. Masih gak punya CEO

Dick Costolo terpaksa cabut dari jabatannya pada bulan Juni 2015 lalu. Jack Dorsey menggantikannya sebagai CEO untuk sementara waktu dan Twitter belum kunjung memberikan update dalam pencarian ksatria yang akan dijadikan CEO selanjutnya.

  1. Sekitar 1 Trilyun pengguna Twitter bosan dan meninggalkan Twitter

Banyak yang pada akhirnya tidak tahu apa yang harus di-tweet dan lama kelamaan menjadi bosan dan meninggalkan Twitter untuk beralih ke platform lainnya.

  1. Tidak ada masa depan

Penghasilan yang dihasilkan Twitter mungkin masih stabil, namun lambannya perkembangan penggunanya membuat Twitter tidak dapat memprediksi masa depannya sendiri. Tanpa CEO, saham Twitter telah menurun 12%. (Baca: http://blog.instavest.com/infographic-10-reasons-why-twitter-is-dying).

Nah, dari fakta-fakta di atas kira-kira apakah Twitter masih bisa diselamatkan? Kiranya ada 4 taktik digital public relations yang mungkin bisa dijalankan oleh Twitter. Apa aja sih? Yuk, disimak!

  1. Buat chat rutin untuk mengedukasi para pengguna mengenai seluk-beluk Twitter. Dalam hal ini, Twitter hendaknya menggaet para community managers yang memiliki massa besar. Memasarkan produk di platform sendiri kan gak ada salahnya.
  2. Memanfaatkan sponsored posts sendiri untuk mengedukasi pengguna bagaimana membuat konten yang bernilai. Kalian pernah tau kalau Twitter ini sebenernya punya blog? Hmm, memang jarang sekali terlihat. Meski mereka rajin buat konten di blog-nya kalau gak dipromosiin kan sama aja boong. Kalau aja Twitter memaksimalkan platform mereka dalam penyebaran konten blog-nya, masa iya active users Twitter gak mau baca dan ikut membantu menyebarkan?
  3. Menggunakan konten marketing untuk promosi dan edukasi secara agresif. Sekarang ini sudah saatnya Twitter menjadi raja di platform-nya sendiri, merebut podium PR dan beritahukan kepada dunia bagaimana 140 karakter dapat membantu boost konten marketing produk penggunanya, dan bagaimana 140 karakter itu bisa membantu mempengaruhi pembaca dan para pengguna lainnya. Masa Twitter diam saja melihat para jurnalis membuat bermacam berita tentang Twitter tanpa kemampuan untuk mengontrol brand mereka sendiri? Sepertinya Twitter memang membutuhkan tim marketing yang handal untuk me-handle hal-hal tersebut.
  4. Terakhir, Twitter ini perlu banget gabung di obrolan-obrolan seputar media sosial. Sebagai platform media sosial, harusnya Twitter ikutan berpartisipasi dalam komunitas dan obrolan-obrolan seputar media sosial. Supaya apa? Supaya mereka tahu mana yang baik dan buruk bagi perkembangan platform mereka.

Nah, jika sudah bisa melakukan hal-hal tadi, Twitter tinggal memaintain untuk skala yang lebih besar. Dengan demikian, ambang kematian bukanlah akhir bagi Twitter. Semoga!

Related Posts

  • Vpie ♀ MahaDhifa™

    jika twitter dibandingkan dengan facebook,, mungkin akan jauh sangat berbeda. karena lebih banyak yang aktif penggunanya jika dibandingkan dengan twitter. lalu kalo facebook kan bisa didukung dengan game, sedangkan twitter gak. mungkin bisa jadi karena itu. seandainya twitter didukung game juga yang lebih keren dari facebook mungkin masih bisa dipertimbangkan ^^