Twitter Sebagai Ajang Menjaring Karyawan

duetoaloow

Ada beberapa metode yang bisa diterapkan untuk merekrut seseorang di antaranya melalui networking event, career/job fairs, dan masih banyak lagi. Tapi sekarang, para headhunters bisa menggunakan metode-metode tersebut di Twitter loh, cara populer baru untuk mencari orang yang tepat untuk menempati posisi yang tepat pula. Mulai dari perusahaan dengan bisnis kecil-kecilan hingga perusahaan yang masuk 50 besar versi majalah Fortune sudah menggunakan Twitter untuk menemukan kandidat yang tepat, apalagi sejak 58% dari para pencari kerja menggunakan Twitter dalam pencariannya dan 78% dari mereka stalking laman profile perusahaan untuk setidaknya mencari kesempatan yang terbuka. Twitter telah bertransformasi menjadi rumah perekrutan yang luar biasa.

Dan yang lebih menggiurkan lagi, Twitter menyediakan pilihan ini secara cuma-cuma alias gratisan. Hehe. Siapa sih yang gak suka gratisan jaman sekarang? Kedua pihak, baik perekrut maupun sang pencari pekerjaan sama-sama menggunakan obrolan dan hashtag di Twitter untuk secara virtual terhubung dan menjangkau satu sama lainnya. Kandidat mengecek laman profile perusahaan dan mem-follow mereka jika disukai, dan kemudian melakukan pencarian pekerjaan dengan hashtag yang spesifik, melamar posisi yang di-tweet-kan dan membangun komunikasi dengan perusahaan melalui Twitter.

Secara keseluruhan, 63% dari 253 perusahaan terbesar di dunia memiliki beberapa akun Twitter. Dan memang betul, banyak dari 500 perusahaan besar versi Fortune memaintain akun Twitternya secara efektif semata-mata untuk merekrut kandidat baru dan faktanya 78% dari mereka menggunakan hashtags untuk tweet perekrutannya loh. Dengan begitu banyaknya pangsa pencari pekerjaan, 64% dari perusahaan-perusahaan tersebut nge-tweet soal lowongan pekerjaan atau event perusahaan 1 sampai 3 kali sehari. Dan tahukah kalian pada November 2013 setidaknya 15 pekerjaan baru di-post ke Twitter setiap menitnya? Angka tersebut telah meningkat sebanyak 32% dari May 2013. 24,7% adalah di bidang penjualan (Sales), di bawahnya menyusul IT/Teknologi dengan perolehan 24.58%, disusul lagi oleh bidang kesehatan medis sebanyak 14.79% dan lain-lainnya sebesar 16%. Untuk mendapatkan kandidat terbaik, tentunya dibutuhkan usaha untuk menjadi aktif dan komunikatif, perlakukanlah Twitter selayaknya virtual networking event, kebanyakan dari akun perekrutan di Twitter setidaknya harus nge-post sekali dalam sehari, berpartisipasilah dalam beberapa industri chat yang relevan, dan jangan lupa untuk me-retweet postingan job di waktu-waktu yang berbeda untuk menghindari follower tidak melihat postingan tersebut. Nah, jadi bagi para headhunters yang sedang mencari kandidat terbaik nih, coba deh metode-metode yang disebutkan tadi, jangan lupa untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para pencari pekerjaan, dan buatlah laman profile kalian se-‘manusia’ mungkin supaya para pencari pekerjaan merasa mereka seperti sedang berbicara dengan individual. Twitter sudah berubah menjadi alat yang bisa digunakan para perekrut untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. Bisa bayangkan berapa anggaran yang dapat dihemat dengan merekrut menggunakan Twitter?

Related Posts