Twitwar, Tak Kalah Seru dari Perang Sungguhan!

Twitwar1Perang satu ini memang belum memakan korban jiwa. Tapi waspada saja, serunya tak kalah dengan perang sungguhan, sebab bisa membuat orang mendekam di bui.

Satu lagi twitwar yang berujung ke tindakan hukum. Pengicau di Twitterland pasti sudah dengar kehebohan terbaru tentang dituntutnya pemilik akun @Sahal_AS, Akhmad Sahal, oleh pemilik akun @Jonru alias Jon Riah Ukur Ginting.

Sebenarnya perbedaan pendapat antara dua akun ini sudah lama memanas. Mereka sering terlibat twitwar alias debat di Twitter. Puncaknya, @Sahal_AS membuat istilah yang mengasosiasikan nama Jonru dengan kata “fitnah”. Karena tidak terima, Jonru pun menuntut Sahal.

Ini bukan kali pertama twitwar berujung ke meja hijau, bahkan terali besi. Pemilik akun @benhan, yaitu Benny Handoko pun pernah mendekam dibui dan divonis bersalah karena mencemarkan nama baik Mukhamad Misbakhun, pemilik akun @misbakhun waktu itu.

Semua berawal dari twitwar.

Twitwar, kependekan dari “Twitter War” atau “perang di Twitter” merupakan suatu fenomena khas di Twitter, khususnya di kalangan user Twitter Indonesia. Berdebat atau adu argument di Twitter, kerap terjadi sangat seru, hingga mirip perang. Bahkan sering terjadi twitwar melibatkan lebih dari dua orang, sebab masing-masing pihak mengajak pendukungnya untuk terlibat. Tak jarang twitwar berujung dengan tantangan untuk bertemu langsung, yang membuat makin banyak orang menyimak twitwar.

Nukman Luthfie dalam artikelnya “Twitwar Itu Asik, Jika…” mengelompokkan pelaku twitwar dalam dua kategori:

  1. Mereka yang masih awam di Twitter

Yaitu user yang belum paham bahwa Twitter adalah ranah public, sehingga sering membawa persoalan pribadi ke Twitter, dan terlibat adu argumen di sana.

  1. Mereka yang sudah paham kondisi Twitter

Yaitu user yang paham betul bagaimana twitwar bisa membawa efek tertentu di Twitter, sesuai yang mereka harapkan.

Kategori 1 bisa saja terlibat twitwar secara tak sengaja, karena mereka terpancing emosinya. Tahu-tahu sudah menjadi “tontonan” user Twitter lain. Sedangkan kategori 2 bisa jadi memang sengaja memanfaatkan ajang twitwar untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Biasanya mereka adalah aktivis, politisi, figur publik, atau orang yang memang sedang mencari popularitas atau dukungan.

Kenapa twitwar disukai sebagian user Twitter?

  1. Twitwar bisa jadi ajang unjuk gigi “kepintaran” atau luasnya wawasan seseorang.

Dengan berdebat di forum publik, terlebih lagi “menantang” orang yang sudah dikenal pintar, bisa membuat seseorang popular, terkesan berani, dan tak kalah pintar. Apalagi jika dia bisa menyudutkan lawan debatnya.

  1. Twitwar bisa jadi alat pencari dukungan.

Seseorang atau suatu kelompok yang sedang menghimpun dukungan bisa memanfaatkan twitwar untuk mencari pendukung. Mereka menyeleksi siapa saja orang yang seide atau sepemikiran dengannya, dan mana yang tidak. Dari twitwar akan terlihat jelas siapa yang satu kubu dan mana yang tidak. Yang satu pendapat bisa saling follow, juga sebaliknya. Setidaknya, follower bisa bertambah, asal kualitas debatnya cukup bagus.

  1. Twitwar sebagai hiburan belaka

Istilah kasarnya “penghilang stress”, sebab mereka tak bisa meluapkannya di dunia nyata. Perbedaan pandangan dengan seseorang dilampaskan ke pihak lain di dunia maya, dalam hal ini Twitter. Twitwar sebagai hiburan juga berlaku bagi audiens alias penonton Twitwar, yaitu orang yang tak terlibat, tapi sekadar menonton atau menyimak saja.

  1. Twitwar sebagai penambah wawasan

Memang ada orang yang suka berdebat dengan tujuan untuk mengorek informasi atau pendapat orang lain, mengapa mereka berbeda pendapat dengannya? Ini merupakan salah satu usaha menambah wawasan, selama debat dilakukan secara sehat.

Lalu, apakah twitwar berbahaya sampai bisa membuat orang mendekam di bui? Tidak juga, asal tetap berpegang pada prinsip twitwar yang positif. Saya  membahasnya di artikel Kiat Agar Twitwar Aman dari Tuntutan Hukum.

Sumber foto: boomee.co

Related Posts