Yuk, Bercerita Melalui Steller

stellerheader

Sejak bulan lalu hingga bulan ini ada sebuah media sosial yang hadir dan menarik untuk kita coba. Media tersebut adalah Steller yang merupakan singkatan dari frasa story teller ini sebenarnya sudah hadir sejak tahun 2014. Di tahun yang sama, Apple menobatkan Steller sebagai aplikasi terbaik saat itu.

Steller baru hadir ke Indonesia di tahun 2016 melalui App Store. Di bulan Mei, Steller pun masuk ke Google Play Store dan langsung memiliki banyak pengguna. Menurut Dita W. Yolashasanti yang merupakan pengguna awal Steller dari Indonesia mengatakan bahwa para pengguna media sosial di Indonesia sudah mulai bosan dan mencari aplikasi baru.

“User juga mulai jenuh dengan aplikasi lama dan mencari sesuatu yang baru. Saya dan Pinot (Wahyu Ichwandardi)–suaminya yang juga pengguna Steller, melihat potensi besar bahwa Steller bisa populer. Terutama untuk brand,” ujar Dita seperti yang dilansir CNN 11 Mei 2015.

Dita bersama Pinot dan dua temannya pun bertanggung jawab untuk mengkurasi konten Steller di Indonesia. Hal ini dikarenakan pertumbuhan pengguna Steller di Indonesia sangat pesat. “Data jumlah pengguna masih dipegang pihak Steller. Tapi sebagai hitungan kasar, yang sign-up saat pertama rilis di App Store Indonesia naik 60 persen dalam waktu dua hari. Bandingkan saat rilis di Amerika, Eropa, Australia & Selandia Baru tahun 2014 yang hanya 15 persen,” ujarnya.

Apa yang membedakan Steller dengan Instagram atau bahkan sebuah blog? Steller memiliki keunikan tersendiri karena bisa menggabungkan antara foto, video dan cerita dalam sebuah postingan. Menurut Nukman Luthfie, Steller cocok untuk pengguna medsos dengan level “kasta tertinggi”. Kenapa? Karena kasta teratas Social Technography adalah “creator”.

Creator adalah orang yang bisa mempublikasi sebuah blog, web pages, video, musik dan artikel. Semua keinginan creator tersebut bisa difasilitasi oleh Steller. Aplikasi ini pun lebih mudah dibandingkan dengan blog dan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Sosok terkenal pun juga ikut dalam fenomena penggunaan Steller seperti Dian Sastro dan Dewi Lestari.

Postingan di Steller pun sekarang sudah cukup beragam terutama untuk mempromosikan Indonesia. Ada yang fokus di bidang wisata, kuliner atau bahkan sejarah. Tertarikkah kamu bergabung dengan Steller? Jika tertarik, ayo kita gunakan media sosial ini untuk mempromosikan Indonesia.

Related Posts