@fahiraidris: Senator “Kontroversial” di Twitter

 

Kami berkesempatan mewawancarai salah satu orang terkenal di Twitter. Siapa dia? Dia adalah Fahira Idris. Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPD, dia masih memiliki kesempatan untuk diwawancara. Berikut adalah rangkuman wawancara kami dengan Fahira Idris:

  1. Selamat siang mbak Fahira. Sekarang sedang sibuk dengan kegiatan apa saja, nih?

Kebetulan saya dipercaya teman-teman menjadi Wakil Ketua Komite III DPD RI. Sehari-hari di DPD memimpin rapat dan turun ke lapangan mengawasi kinerja pemerintah di bidang pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, pemuda dan olah raga, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tenaga kerja dan transmigrasi, ekonomi kreatif, administrasi kependudukan/pencatatan sipil, pengendalian kependudukan/keluarga berencana, dan perpustakaan. Di GeNAM saya juga masih rutin beraktivitas dan terus menginisasi berdirinya chapter-chapter GeNAM di seluruh Indonesia dan kampung-kampung antimiras. Saya juga sedang menempuh pendidikan S3 di Univ.Pasundan.

  1. Wah, bagus sekali, mbak. Gini nih mbak, kira-kira apa yang membuat mbak Fahira tertarik memanfaatkan Twitter untuk menggurlirkan isu-isu seperti #AntiMiras? Bagaimana dengan Facebook atau media sosial lainnya apa juga aktif di sana?

Bagi saya media sosial adalah tools atau alat yang efektif dan efisien untuk melakukan gerakan sosial dan gerakan perubahan. Namun, gerakan sosial lewat media sosial akan jadi efektif jika berhasil ditransformasi menjadi aksi nyata. Seperti yang terjadi di Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM). GeNAM itu berawal dari diskusi di twitter tentang keresahan akibat maraknya miras di Indonesia. Dari sini, saya mengajak follower saya untuk bertindak nyata. Kita kopdar, diskusi intensif dan lahirnya GeNAM dan mulai melakukan gerakan di dunia nyata. Facebook juga saya gunakan, tetapi memang lebih aktif di twitter, mungkin karena sifat interaksi twitter yang bagi saya lebih efektif daripada media sosial lainnya.

  1. Selain Gerakan #AntiMiras, gerakan apa lagi yg pernah dikampanyekan mbak Fahira di media sosial?

Sangat banyak karena memang setiap ada ketimpangan di masyarakat saya selalu coba kampanyekan tidak hanya lewat media sosial tetapi juga aksi nyata dilapangan. Salah satunya kampanye menolak pemaksaan penggunaan atribut natal bagi pegawai muslim di berbagai perusahaan; kampanye menolak promosi LGBT ke pelajar dan remaja, kampanye menolak sinetron dan tayangan serta film yang tidak mendidik, kampanye bantu banjir Jakarta, dan banyak lagi.

  1. Banyak yang menilai twit mbak Fahira kontroversial, karena dianggap menyebarkan hate speech terhadap kalangan tertentu (LGBT, pengonsumsi miras), bagaimana mbak menyikapinya?

Saya berpikiran positif saja. Mereka yang tidak suka terhadap saya dan gerakan saya mungkin belum memahami secara utuh kenapa alasan kami. Tidak ada alasan untuk membenci saya karena saya punya alasan yang kuat yaitu menyelamatkan generasi muda Indonesia. Kalau masih ada yang tidak suka, ya mungkin karena belum paham saja.

  1. Pernahkah mbak terpancing emosinya saat diserang oleh kalangan yang kontra dengan twit-twit mbak?

Awal-awal menggunakan twitter sih iya. Tetapi lama kelamaan saya sudah terbiasa. Prinsip saya, selama saya menjalankan sesuatu yang saya dan sebagian besar masyarakat menganggapnya benar, saya tidak ada rasa takut sedikitpun. Ini adalah Amar ma’ruf nahi munkar saya. Jadi tidak perlu emosi.

  1. Apakah media sosial punya andil dalam kesuksesan Mbak Fahira lolos sebagai anggota DPRD?

Andilnya tentu ada, terutama bagi kelas menengah di Jakarta yang pastinya pengguna media sosial. Tetapi memang lewat media sosial saja tidak cukup. Makanya saya rutin menyambangi warga dan membuka forum-forum kecil tetapi di banyak tempat dan banyak kesempatan sehingga proses dialognya bisa lebih kondusif dan fokus. Kedua lewat media massa. Saya rutin mengirimkan siaran pers dan mengadakan konferensi pers untuk memaparkan solusi persoalan-persoalan yang dihadapi warga. Ketiga, lewat dialog di media sosial. Selanjutnya lewat berbagai materi sosialisasi baik below the line maupun above the line.

  1. Menurut mbak, apakah kampanye di media sosial punya pengaruh ke kehidupan sehari-hari? Jika ya, contohnya seperti apa?

Sangat banyak, salah satunya saya terlatih lebih sabar dalam menghadapi berbagai tuduhan dan fitnah. Emosi saya juga terlatih lebih stabil saat ada orang yang mungkin tidak paham tetapi sudah menghakimi saya.

  1. Apakah untuk konten twit atau status, mbak Fahira memiliki tim khusus untuk menentukan topik yang ingin diangkat?

Untuk ide apa yang akan diangkat biasanya saya pantau dari lini massa twitter, media massa, email pengaduan yang masuk ke saya, dan juga isu yang saya temui saat turun ke bawah. Dari situ saya dan tim akan merumuskan konten tweet termasuk jika jika dibutuhkan membuat siaran pers untuk dikirim ke media massa.

  1. Sejauh menggunakan Twitter atau media sosial lainnya, apa hal yang paling mbak ingat dan membekas di pikiran mbak? Apakah adu argumen/twitwar di Twitter atau apapun?

Sangat banyak ya.. tapi salah satu yang membekas itu adalah saat insiden penusukan seorang Pendeta HKBP di Ciketing, September 2010. Saat itu, follower saya mention bahwa ada seorang pendeta yang ditusuk oleh oknum bersorban. Batin saya saat itu, jika tidak segera ditangani ini bisa menjadi konflik agama karena berkait dengan soal izin lahan untuk bangun gereja. Efek dari penusukan, pendeta tersebut kehilangan banyak darah sementara stok PMI sedang kosong. Saya memposting kesulitan tersebut di Twitter. Alhamdulillah banyak followers saya yang merespon dan membantu kesulitan tersebut.

Wow, ternyata di balik kontroversi twit-twit dari akun @fahiraidris, tersembul keramahan yang luar biasa.  DI luar segala komentar manis maupun pahit seputar Uni Fahira Idris di media sosial, politisi wanita ini layak diakui sebagai selebtwit yang sukses memanfaatkan media sosial.

Demikian wawancara kami dengan uni Fahira. Mungkin wawancara ini bisa dijadikan inspirasi atau penjelasan tentang gaya twit-nya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan selebtwit kami selanjutnya!